Beli Online | Klaim Online

5 Jenis Pengeluaran Rumah yang Sebaiknya Punya Anggaran Sendiri


Properti | 04 August, 2020

Alternate Text

Home sweet home!

Sesungguhnya keberadaan rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal saja, namun lebih jauh dari itu rumah adalah sebuah tempat di mana kita bisa saling berbagi dan bercengkrama bersama seluruh anggota keluarga. Tempat untuk menghabiskan waktu bersama, dan menggapai mimpi.

Berbagai cara pun dilakukan untuk membuat rumah menjadi tempat ternyaman untuk dihuni bersama orang-orang terkasih. Mengganti furnitur dan dekorasi, memperbarui tampilan eksterior, hingga melakukan renovasi untuk menghasilkan suasana baru yang lebih nyaman.

Namun seringkali berbagai perubahan dan penambahan ini membuat kantong jebol. Salah satu penyebabnya adalah karena kita tidak punya anggaran khusus untuk rumah, sehingga lebih sering menggunakan dana tabungan atau ambil dari penghasilan. Akibatnya pengeluaran menjadi tidak terkontrol, dan dana yang masuk ke tabungan pun menjadi berkurang.

Kalau sudah begini, artinya Anda harus mulai siapkan pos anggaran khusus untuk rumah, nih, supaya saat akan menambah furnitur atau melakukan perbaikan tidak mengganggu anggaran yang lain. Jangan sampai dana renovasi rumah mengganggu belanja bulanan, ya!

Pengeluaran apa saja yang harus dibuat anggaran sendiri? Ini 5 diantaranya:

 

  1. Pelunasan Kredit

Saat ini, baik pemerintah maupun pengembang perumahan sudah bekerja sama dengan bank penyedia kredit perumahan, untuk memudahkan masyarakat memiliki aset properti. Dengan tenor kredit yang cukup panjang sehingga dana cicilan rumah tidak mengganggu pengeluaran utama setiap bulannya.

Jika Anda membeli rumah melalui KPR, artinya satu anggaran tetap yang harus disiapkan adalah dana untuk membayar cicilan. Pastikan anggaran ini sudah dipisahkan, karena Anda harus membayarkannya setiap bulan. Jangan sampai menunggak dan mengganggu anggaran yang lainnya, ya!

 

  1. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Punya aset properti, artinya Anda harus siap menunaikan pajak. Karena setiap objek pajak berupa tanah, rumah, apartemen maupun ruko akan dikenakan biaya pajak setiap tahun. Pembayaran pajak ini juga tidak boleh Anda lewatkan begitu saja, dan harus masuk ke pos anggaran pengeluaran tetap.

Saat Anda memiliki aset properti, Anda akan diinformasikan mengenai berapa besar pajak yang harus dibayarkan, sehingga Anda bisa memperkirakan berapa jumlah dana yang harus disiapkan untuk membayarkannya tepat waktu.

 

  1. Asuransi Rumah

Saat memiliki aset properti, salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan adalah proteksi. Mengingat saat ini ada bermacam kejadian tak terduga yang bisa muncul tiba-tiba, yang bisa berakibat pada kerusakan rumah.

Asuransi Rumah Tinggal adalah pilihan yang sebaiknya Anda pertimbangkan untuk memberikan proteksi pada hunian, serta meminimalisir kerugian yang diderita. Sebuah contoh, saat mendadak terjadi kebakaran atau pencurian di rumah. Jika tidak ada asuransi, terbayang berapa banyak nominal yang akan dikeluarkan untuk mengganti semua kerugian ini. Sedangkan jika rumah sudah dilindungi asuransi, Anda akan mendapatkan penggantian atas kerugian yang diderita. Mulai dari risiko kebakaran, kerusakan hingga akibat pencurian.

Manfaatnya tidak hanya memberi rasa aman bagi Anda, namun juga membantu ringankan beban finansial. Sehingga kerusakan ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan keluarga Anda.

Mendaftar Asuransi Rumah Tinggal sekarang juga lebih mudah melalui sistem digital, transaksi bisa dilakukan secara aman melalui ponsel dan polis akan langsung aktif. Klik www.etiqa.co.id untuk dapatkan proteksi rumah tinggal Anda, ya!

 

  1. Membeli Perabotan

Ada dua tipe orang: yakni mereka yang membeli perabotan setelah menerima gaji, tipe yang lain adalah mereka yang sengaja menyisihkan penghasilan untuk dimasukkan ke dalam pos tabungan terpisah, khusus untuk dana rumah. Termasuk di dalamnya adalah membeli perabotan, karena tentu disadari bahwa harga perabotan terbilang tidak murah.

Jadilah orang tipe pertama saja ya, supaya dana membeli perabotan dan furnitur tidak mengganggu belanja bulanan. Selain bisa lebih hemat, pengeluaran menjadi lebih terencana. Tak ada lagi istilah belanja menunggu tanggal gajian, karena Anda sudah siapkan pos khusus untuk pengeluaran rumah. Saat butuh beli perabot, dana sudah tersedia. Hidup senyaman ini!

 

  1. Perbaikan Kecil dan Renovasi

Memiliki aset properti pribadi artinya harus siap dengan pengeluaran kecil tak terduga, mulai dari perbaikan pipa air yang bocor, saluran air mampet, atau talang bocor. Semua hal ini bukan termasuk renovasi besar, namun memerlukan dana perbaikan yang tidak sedikit, lho.

 

Nah, alangkah baiknya kita sudah siapkan pos anggaran khusus untuk perbaikan kecil ini, ya. Agar nantinya jika terjadi kerusakan, tidak mengganggu dana belanja bulanan tetap. Akan lebih baik lagi jika Anda juga menyiapkan dana lebih untuk keperluan renovasi.

Artikel Terkait


By Administrator | 04 August, 2020

Asuransi Kecelakaan Diri, Manfaatnya Untuk Apa?

Read More

By Administrator | 04 August, 2020

Asuransi Property All Risk (PAR) dan FLEXAS, Apa Bedanya?

Read More